Bila Tak Ada Gugatan Minggu depan KPU Tetapkan Pemenang Pilkada DKI

Bila Tak Ada Gugatan Minggu depan KPU Tetapkan Pemenang Pilbub

Image Source: http://www.wakingtimes.com/wp-content/uploads/2015/03/humanity.jpg

Bila Tak Ada Gugatan, Minggu Depan KPU Tetapkan Rendra-Sanusi Pemenang Pilbub

KEPANJEN – KPU Kabupaten Malang baru akan menetapkan hasil Pilkada Malang 21 Desember mendatang. Itupun jika tidak ada gugatan yang dilayangkan atas hasil pesta demokrasi di Kabupaten Malang 9 Desember lalu. Jika muncul gugatan, penetapan Rendra Kresna- Sanusi sebagai pemenang bakal ditunda.

Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko menyatakan, batas waktu pengajuan gugatan sengketa pilkada dibatasi hari ini (19/12). “Masih ada waktu hingga besok (untuk mengajukan gugatan sengketa, Red). Jika tidak ada gugatan, penetapan hasil pilkada diumumkan minimal 21 Desember,” bebernya. Namun sesuai tahapan pelaksanakan pilkada, penetapan maksimal bisa dilakukan 23 Desember.

Hingga kemarin (18/12), PDIP sebagai partai tunggal pengusung Dewanti Rumpoko – Masrifah Hadi (Dewi” Sri) belum menentukan sikap untuk mengajukan gugatan. Meski kemungkinan besar gugatan ini akan diajukan hari ini.

Suaeb Hadi anggota tim advokasi Dewi – Sri saat dihubungi menyatakan semuanya masih dipelajari. “Hari ini (kemarin) tim masih mempelajari semuanya, terkait segala kemungkinan-kemungkinan,” kata Suaeb. Mengenai apakah pada hari terakhir ini jadi menggugat atau tidak, dia belum bisa menjelaskannya. “Masih belum bisa kami sampaikan, apakah jadi atau tidak, karena ini masih kami bahas,” ujarnya.

Dia menyatakan, tim masih melakukan kajian mengenai materi gugatan. Saat ditanya mengenai poin yang dikaji, Sueb enggan berkomentar lebih jauh. “Mengenai itu (materi gugatan, red) bukan kewenangan saya untuk menjelaskan, yang jelas saat ini kami sedang mengkaji persoalan ini,” ungkap Sueb. Kalau Anda berencana jalan-jalan ke Malang, jangan lupa cek informasi penginapan murah di Malang untuk harga dan fasilitas terbaik.

Hama Busuk Daun Bikin Petani Resah

KOTA BATU – Serangan jamur Phytophthora (sejenis penyakit pembusukan daun) membuat petani se-Kota Batu resah. Sebab selain sulit diberantas, Phytophthora juga menjadi faktor terbesar gagal panen.

Sasarannya adalah tanaman yang tumbuh di cuaca lembab. Seperti kentang, cabai, tomat dan terong. “Penyakit ini (jamur Phytophthora) susah dimusnahkan. Biasanya kebal fungisida,” ujar Senan, ketua kelompok tani (Poktan) Gawerejom di Desa Junrejo, kemarin (18/8).

Sesuai data dinas pertanian dan kehutanan (Distanhut) Kota Batu, lahan pertanian di kota dingin ini mencapai 2.429 hektare dan pekarangan 368 Hektare. Mayoritas ditanami sayur-sayuran, tomat, cabai dan kentang.