Cara Merawat Bocah Usia 3 tahun Penderita Hidrosefalus

Bocah Usia 3 tahun Penderita Hidrosefalus Butuh Perawatan

Image Source: https://relaleadership.com/wp-content/uploads/2016/11/helping-hands-heart-charity-1200×611.jpg

HANYA BERBARING: Penyakit hydrocephalus membuat Mohammad Adi Syahputra hanya bisa berbaring di tempat tidurnya.

TAJINAN – Di usianya yang hampir tiga tahun, Mohammad Adi Syahputra seharusnya menjadi bocah yang sedang aktif-aktifnya bergerak. Tapi, hampir di sepanjang waktunya, Adi hanya bisa tergolek lemah di kasur tidurnya. Hydrocephalus merenggut keceriaan masa kanak-kanaknya.

Adi adalah putra kedua pasangan Yuyun Wahyuni dan Sakirman, warga Dusun Karangrejo RT 06 RW 02 Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan. Kondisinya kini, sungguh memprihatinkan. Kepalanya besar, sementara tubuhnya kurus, terlihat seperti tulang berbalut kulit. “Adi menderita hydrocephalus sejak usia tiga bulan,” kata Yuyun, saat ditemui radar kanjuruhan, Rabu (18/11).

Yuyun mengatakan, pada awalnya, ia curiga dengan benjolan yang tumbuh di punggung Adi. Yuyun lalu membawa buah hatinya ke Puskesmas Tajinan. Dari Puskesmas Tajinan, Adi dirujuk ke RSSA. Di sinilah diketahui bahwa Adi menderita hydrocephalus. Tapi tentu saja, kala itu usianya masih terlalu kecil untuk dioperasi. “Harus menunggu sampai usia dua tahun,” kata dia.

Bagi Yuyun yang hanya ibu rumah tangga biasa dan suaminya yang bekerja sebagai sopir di pabrik kain, operasi menjadi hal yang menakutkan. Mereka jelas tidak punya biaya untuk membiayai operasi. BPJS Kesehatan memang bisa menjadi solusi. “Tapi kami tidak mampu membayar premi Rp 127.500 per bulan untuk keluarga kami yang beranggotakan lima orang,” kata dia.

Dana Desa Rp 6,4 M Segera Cair

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan mencairkan dana desa (DD) Rp 6,4 miliar tahun 2015 setelah PAK (perubahan anggaran keuangan) akhir Agustus mendatang. Tapi syaratnya, masing-masing desa harus melakukan perubahan APBDes (anggaran pendapatan dan belanja desa) tahun 2016. “Setelah PAK, desa bisa menerima DD tahun 2015. Tapi harus mengubah APBDes,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Batu Suliyanah, kemarin.

Seperti diketahui, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko enggan mencairkan DD 2015, karena SDM desa dianggap masih belum mumpuni. Hal ini juga dilakukan wali kota yang akrab disapa ER itu pada DD tahun 2016 yang jumlahnya mencapai Rp 14,7 miliar. Tapi desa melakukan protes karena desa sudah mengikuti pelatihan dan meminta mengganti dengan anggaran APBD (anggaran pendapatan dan belanja desa). Kalau Anda berencana berwisata ke Yogyakarta, jangan lupa cek informasi penginapan murah di Jogja untuk harga dan fasilitas terbaik.